Dedicated to everyone who wonders if i'm writing about them. I am.

Kamis, 12 November 2015

Tentang Rindu

Kebahagiaan yang hadir dipuncak dua kerinduan,
membawa aku melayang terbang jauh ke awan.
Kau adalah gunung es yang tidak mencair sedikitpun meski kemarau membunuh orang perlahan.
Tapi hari itu..
Hari bahagia itu kau menjadi api unggun yang begitu hangat dengan caramu sendiri.
Tidak masalah,
semua orang punya dua sisi yang hanya bisa ditunjukkan untuk orang-orang terpilih.
Lebih dari itu.. Semua ini berkat rindu yang berada tepat dititik dan garis yang sama.
Tapi sayangku,
bagaimana bisa kita dapat menyatukan garis rindu ini untuk tetap saling merindu?
Bagaimana bisa rasa rindu yang misteri ini dijadikan tolak ukur untuk kita saling menyapa?
Rindu, ya rindu.
Tidak peduli yang lain, hanya sekedar merindu.
Jangan diam dan biarkan orang yang kau rindukan merindukanmu terlalu lama.
Sayang biar ku beritahu,
waktuku merindumu adalah sebanyak aku menatap matamu.
Karena itu, jika kau terbiasa mengajarkanku untuk jauh dari mata itu maka kau mengajarkanku pula untuk tidak merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar